Inilah Gunung yang sering di sebut memiliki track
paling Ekstrim di pulau Jawa. Berada di antara
Kabupaten Bondowoso, Jember dan Banyuwangi.
Gunung Raung menjulang 3332 Meter diatas
permukaan laut serta memiliki kaldera dengan
kedalaman 500 meter. Gunung Raung merupakan
gunung berapi yang masih aktif dan selalu
mengeluarkan asap atau bahkan menyemburkan
api sesekali..
Dan di jalur Gunung inilah para Pendaki pecandu
Ekstrim memacu adrenalinnya.
Track pendakian yang terus menanjak tanpa
ampun sepanjang jalan dan tanpa adanya sumber
air menuntut para pendaki melakukan manajemen
air dan logistik dengan cermat. Vegetasi yang
begitu rapat akan menemani perjalanan kita
sampai camp 9. Sebelum akhirnya kita akan
melakukan track Summit atau tantangan pendakian
Raung yang sebenarnya.
Dari camp 9 inilah mulai terpampang kegarangan
puncak sejati raung. Dengan jalur menuju kesana
yang sangat memacu adrenalin. Jalur dengan
dibalut kanan-kiri jurang menganga dan tajamnya
batuan igir-igir sepanjang track ke puncak.
Dikejauhan juga tampak Puncak 17 yang berbentuk
piramid, Puncak Tusuk Gigi yang terdiri dari
susunan bebatuan yang lancip dan Triangulasi
Puncak Sejati Raung.
Untuk mencapai Puncak Sejati Raung ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Persiapan Alat : Tali Kern min 30m, Carrabiner,
Webbing, Harnezt, Ascender, Helm, Jumar, Tali
prusik. Semua harus dalam keadaan baik.
2. Skill Teknis : Anchoring, Ascending, Belaying,
descending Rappeling, Moving together. Minimal
dalam team harus ada yang menguasai sehingga
bisa jadi leader buat teman-temannya.
3. Motivasi Team : doa, keselamatan adalah
utama, saling dukung dan saling melengkapi.
4. Bekal Team : Makanan ringan,
air minum, alat tambahan: kamera, GPS.
Jika semua uda dibawa dan disiapkan, kita akan
mulai menggunakan peralatan itu tepat di puncak
bendera. Mengingat
beberapa titik rawan yang harus
kita lalui.
Kalau semua peralatan sudah dikenakan oleh
masing-masing anggota team baru kemudian
petualangan ke puncak sejati dapat kita teruskan.
Kita tahu bahwa Jalur ini adalah jalur paling
berbahaya dan menegangkan, salah sedikit akan
fatal akibatnya, maka dari itu kewaspadaan,
konsentrasi dan fokus serta keselamatan menjadi
harga mati yang tidak dapat ditawar lagi.
Perjalanan dimulai turun dari puncak bendera
melipir igir-igir jurang berjalan satu-persatu dan
bergantian menjadi pilihan yang mutlak. Maka kita
akan sampai di titik rawan 1. Di titik ini kita harus
melipir tebing bebatuan dimana disebelah kanan
adalah jurang sedalam kurang lebih 50 meter,
maka kita harus memasang jalur pemanjatan
kurang lebih 5 meter, di jalur telah terpasang 1
buah hanger, 1 bolt dan di titik anchor atasnya
terdapat pasak besi yang telah tertanam,dan dapat
digunakan sebagai anchor utama.
Disini Leader melakukan artificial climbing sambil
memasang jalur pemanjatan. Dapat menggunakan
tali kern ataupun cukup membentangkan webbing.
Setiap pendaki wajib memasangkan carabinernya
jika melewati titik ini dan harus bergantian.
Setelah melewati titik rawan 1 maka kita menuju
puncak 17.
Sampai pada titik rawan yang ke 2 yaitu dibawah
puncak 17, Disini kita kembali harus membuat jalur
pemanjatan, dimana leader melakukan artificial
climb selajutnya. Setibanya di puncak 17
memasang fix rope untuk dilalui orang selanjutnya
dengan teknik jumaring. Atau pilihan lain adalah
kita tidak kepuncak 17 tetapi melipir lewat samping
puncak 17.
Disini bisa menggunakan moving together jadi
setiap anggota tim memasang carabinernya pada
kern yang dibentangkan antara anggota paling
depan dan paling belakang. Di titik ini juga
terdapat beberapa anchor tanam yang bisa kita
gunakan.
Dibutuhkan fokus dan konsentrasi ekstra karena
medan yang mudah rontok.
Setelah itu tibalah kita di titik rawan yang ke3 /
terakhir dimana kita harus memasang jalur untuk
menuruni tebing sekurangnya 20 meter. Untuk itu
menggunakan teknik rappelling untuk mencapai ke
bawah. Dititik ini juga sudah ada beberapa anchor
tanam dari besi yang dapat kita gunakan.
Jalur Kern kita tinggal disini dan akan kita
gunakan kembali nanti. Dilanjutkan dengan jalan
yang agak menurun ke bawah sampai bertemunya
jalur pungungan ke Puncak Tusuk Gigi. Dari situ
kita akan disuguhi hamparan bebatuan yang
semakin besar yang harus kita daki
Dari tempat istirahat ini perjalanan kembali
menanjak dengan tingkat kemiringan yang makin
tegak. Waspadai juga longsor batuan lepas dari
atas tidak membahayakan pendaki di bawahnya.
Jalur bebatuan ini akan berakhir di puncak Tusuk
Gigi dengan batuan sebesar rumah yang tersusun
menjulang.
Dari puncak Tusuk Gigi berorientasi ke kanan kita
melipir ke belakang dan kemudian berjalan agak
menanjak sekitar 100 meter tibalah kita di tempat
yang menjadi tujuan akhir dari pendakian kita,
PUNCAK SEJATI GUNUNG RAUNG 3332 MDPL,
ditandai dengan sebuah triangulasi dan
pemandangan sebuah kawah besar yang masih
aktif yang setiap saat mengeluarkan asapnya. Dari
bawah kawah ini sering mengeluarkan suara
dengan raungan yang menggelegar. Dan disinilah
segala lelah dan kerja keras pendakian tadi akan
lunas terbayar, setelah kita menyaksikan keindahan
luar biasa dan keagungan dari ciptaan-NYA, yang
seakan menyadarkan kita bahwa kita bukanlah
apa-apa dan hanyalah makhluk yang sangat kecil
di hadapan-Nya.
Selasa, 10 Februari 2015
Profil Gunung Raung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar