Senin, 09 Februari 2015

Goa Rancang Kencono (Pintu Gaib Menuju Merapi)

Kabupaten Gunung Kidul memang kesohor akan
pantai-pantainya yang indah dan menawan.
Namun pesona alam yang tak kalah indah juga
banyak kita temukan di sana. Salah satunya
berupa sebuah goa purba yang sangat menarik
yakni Goa Rancang Kencono. Goa yang berada di
desa Bleberan Kecamatan Playen tersebut konon
sudah berusia ratusan atau bahkan ribuan tahun.
Nama Rancang Kencono sendiri didapat karena di
goa inilah Laskar Mataram dulunya merancang
strategi perang melawan Penjajahan Belanda.
Keberadaan goa Rancang Kencono juga searah
dengan air terjun Sri Gethuk. Jadi bila kita kesana,
ibarat buy 1 get 1 free. Tidak seperti goa-goa pada
umumnya, goa Rancang Kencono seolah berada di
dalam tanah. Jadi untuk masuk kedalamnya, kita
harus menuruni beberapa anak tangga batu. Dan
tepat berada di depan mulut goa, terdapat sebuah
pohon Klumpit (Terminalia Edulis) yang masih
alami. Bagi sebagian masyarakat, kayu ini
dipercaya bertuah memudahkan permohonan yang
bersifat keduniawi-an.
Di kiri kanan pohon ini masih menyambung anak
tangga menuju ke mulut goa. Tepat di depan mulut
goa (berada di belakang pohon Klumpit) terdapat
semacam panggung kombinasi dari batu dan tanah
dengan halaman yang landai dan luas. Dari sinilah
kita bisa mulai menemukan stalagtit-stalagtit yang
menggantung menghiasi mulut goa.
Secara keseluruhan, goa Rancang Kencono
memang tidak begitu banyak berhias ornamen
selain stalagtit-stalagtit yang menggantung di
langit-langit goa. Namun justru karena tidak
adanya stalagmit pada lantai goa, berarti
memudahkan kita untuk melakukan berbagai
aktivitas di dalam goa. Karena luas dan
lapangannya tempat ini sering kali digunakan
untuk berbagai kegiatan seperti sarasehan,
camping, ataupun berbagai kegiatan lain.
Goa Rancang Kencono ini terbagi menjadi 3
ruangan. Ruangan pertama berupa pelataran yang
landai dan luas dengan cukup sinar matahari,
karena tempatnya berada di dekat mulut goa.
Menurut petugas di sana, konon di tempat ini
pernah ada kehidupan dari jaman prasejarah. Di
bagian dinding menuju ruangan kedua juga
terdapat semacam relief batu yang menurut
petugas mirip dengan jengklot.
Memasuki bagian ruangan kedua, jalanan semakin
sempit dan gelap. Petugaspun telah menyiapkan
beberapa lampu senter sebagai alat penerangan.
Di bagian ruangan kedua ini konon dipergunakan
untuk ruang semedi. Di ruangan ini terdapat
semacam meja batu yang konon digunakan untuk
bersila tatkala bersemedi.
Menuju ruangan ketiga (bagian terdalam dari goa),
jalanan sangat-sangat sempit. Untuk masuk
kedalamnya kita harus berjalan berjongkok satu
per satu. Namun ternyata begitu lorong sempit tadi
kita lewati, di dalam sana terdapat sebuah ruangan
yang luas. Kita bisa berdiri dan menyaksikan bukti-
bukti perjuangan laskar Mataram di sini. Di dinding
goa pada ruangan ini terdapat semacam “prasasti”
atau janji prajurit yang tulisan “Prasetya
Bhinnekaku” di bagian atasnya, serta lambang
burung garuda di sampingnya.
Tak jauh dari “prasasti” atau sumpah prasetya tadi
juga terdapat ornamen unik yang berbentuk seperti
sebuah kunci yang menempel pada dinding goa.
Menurut petugas, konon kunci ini merupakan kunci
gaib yang membuka jalan dari goa Rancang
Kencono ke Gunung Merapi.
Terlepas benar atau tidaknya penjelasan tersebut,
Goa Rancang Kencono memang merupakan goa
unik yang patut kita jaga dan kita lestarikan
keberadaannya. Sayangnya tangan-tangan jahil
lebih dulu mengotori goa ini dengan berbagai
coretan-coretan yang tak berarti namun sangat
mengurangi nilai historis dan keindahan goa itu
sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar